Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Yuk Instropeksi, Rabai Kekuatan dan Kelemahan Diri!

 

Sobat Alfattah, sekian kali hati tersayat karena perbuatan sendiri. Lelah hati ini, karena mau mengalah dengan kemalasan. Duh gusti, memang waktu Tuhan pasti yang terbaik.

Tapi jagalah hatiku, bisa berpacu dengan waktu. Dunia ini begitu kejam gusti….! Sakit rasanya, jika lagi-lagi bilang “Ya Sudah Lah!” Kalau begitu terus, kapan aku menjadi pemenang.

Hal yang paling keras, seperti kata pepatah, menjaga konsistensi lebih sulit dari apapun. Tetapi setidaknya, jika kita punya catatan atau target agar hidup kita lebih baik, mengapa tidak.

Inilah Tips Rabai Kekuatan dan Kelemahan Diri



Sobat Alfattah, tulisan kali bukan hanya untuk kamu. Tetapi juga untuk memotivasi diri sendiri. Kamu, aku, sama-sama enggan kalah bukan? Dari persaingan dunia yang begitu kejam.

Sebenarnya aku tidak mau berlomba karena ada kata yang mengatakan bahwa waktu Tuhan pasti yang terbaik. Namun, alangkah baiknya kita tahu diri, kalau tidak kita sendiri yang merubah nasib, dunia ini tidak akan pernah mendekat.

Di luar sana, persaingan benar-benar ada. Jangan diam saja menunggu takdirnya tiba, karen Tuhan pun sudah berkata, “Saya tidak akan mengubah suatu kaum, hingga ia mau mengubah dirinya sendiri”

Yang pasti, kita kudu berusaha terlebih dahulu.

Nah nih sobat, mau aku kasih tips merabai kekuatan dan kelemahan diri:

Menanyai Diri Sendiri

Aku pernah melakukan hal ini, menanyai diri sendiri. Terkadang, memang kita harus bersahabat dengen diri sendiri. Menanyai diri, maunya apa.

Memang sih, kadang diri sendiri adalah musuh yang paling berat. Karena dalam diri, ada namanya hawa nafsu buruk melekat sangat kuat dan sering memelencengkan hal yang baik menjadi buruk.

Nah jika sudah demikian, kamu harus segera bertanya pada diri sendiri. Maunya apa! Pasti, seketika itu kamu akan langsung tersadar, bahwa menuruti diri yang waktu itu mengajak buruk, akan kembali tegak. 

Jangan lupa baca doa, biar bisa perang sama diri sendiri. Karena terkadang, kita sering lebih dominan memilih jalan yang buruk itu.

Menulis Semau Kamu

Dulu aku sering melakukan hal ini. Setiap libur panjang akhir semester di masa kuliah, pasti aku pulang. Lalu menikmati hari libur di rumah.

Aku sebagai alumni Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya, pasti ada waktu libur panjang nih. Aku tahu, kadang ego yang tidak terkendalikan, membuat diri melenceng jauh dari tujuan untuk apa kuliah. Karena menurutku kuliah itu untuk masa depan yang lebih cerah, dan membuat paradigma kita menjadi lebih baik, aku pun harus melakukan hal ini.

Yaitu, menulis semauku.

Menulis semauku menjadi salah satu bentuk instropeksi diri. Sebenarnya sama kayak yang diatas, bertanya pada diri sendiri, namun dalam bentuk tulisan.

Biarkan yang ada dalam pikiran kita, benar-benar keluar. Nanti kamu akan tahu hasilnya, tuliskan saja apapun itu.

Setelah itu, baru tanya pada diri, kalau kamu mau itu, apa yang harus dilakukan. Tuliskan kembali solusi yang kamu pikirkan itu.

Selesai deh. Hal inilah yang aku lakukan setiap libur panjang akhir semester. Biar sadar, dahulu ketika kuliah maunya apa.

Itu juga bisa kamu lakukan di dalam kehidupan, bukan hanya kuliah saja. Lalu instropeksi diri, kelemahan dan kelebihan yang kamu punya apa. Biarkan itu menjadi senjata yang murni dari dalam diri.

Melakukan Tes Kepribadian

Kalau yang ini mah, jangan ditanya lagi. Sudah pasti kita butuh. Tetapi jika kita tidak bisa melakukan, lakukan sendiri di rumah.

Dari hal yang sederhana saja. Misalnya, mencari kertas yang bertuliskan materi tes kepribadian. Lakukan sendiri di rumah.

Namun kamu juga harus ingat, bahwa kita butuh keakuratan. Cobalah tes secara online. Banyak tempat tes online, misalnya tes MBTI, dengan berbahasa asing.

Membuka Diri Dengan Hal yang Baru

Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan, sepertinya kamu juga perlu membuka diri dengan hal yang baru. Nikmati ala mini dengan hati yang ikhlas dan benar-benar terbuka. Semakin terbuka, kamu akan melihat bahwa dirimu itu punya banyak kekurangan.

Mangkanya, jangan jadi anak yang sombong. Di langit masih ada langit lagi. Coba terima dirimu (kelemahanmu) akuin, dan bangun suatu rencana untuk menaikkan semangatmu dalam meraih kesuksesan.

Mencatat setiap kelebihan yang diberikan oleh Tuhan. Mungkin ini yang cocok untuk dikatakan, ketetapan Allah itu lebih indah bila pada waktunya.

Menghadap Tuhan

Terakhir, kamu bisa refleksi diri dengan menghadap Tuhan. Cucilah seluruh tubuhmu, mandi. Wudhu, dan laksanakan salat terlebih dahulu.

Menenangkan diri sendiri, lalu merapatkan diri kepada Tuhan. Carilah jawaban di depannya, renungkan apa yang kamu bisa lakukan dan apa yang tidak bisa.

Jangan paksakan diri kalau tidak bisa, kecuali kalau hal itu terdesak. 

Jika masih ingin melaksanakan apa yang diinginkan, usahakan, biarkan waktu yang menjawab.

Refleksi diri di depan Tuhan adalah kekuatan terbaik kamu. Tuhan mendengarkan keinginan kamu, ditambah posisi lagi benar-benar bersih, kamu akan mengetahui jawaban saat renungan itu.

Penutup

Sobat Alfattah, waktunya aku undur diri. Perenungan adalah jalan terbaik, agar kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan. Mengetahui kekuatan dan kelemahan diri.

Semoga sedikit catatan itu, bisa membuat dirimu sadar diri dan mau mengubah diri menjadi lebih baik. Sehingga Tuhan menjadi tidak enggan untuk memberikan apa yang kamu inginkan.


Nur Chafshoh Sa'idah
Nur Chafshoh Sa'idah Seorang ibu rumah tanggga kelahiran asal Gresik, domisii Sidoarjo. Saya adalah pekerja freelance writer, bisa juga mengelola website, dan penggemar jalan-jalan. Jika ingin bercengkrama atau kerjasama, bisa tinggalkan komentar atau melalui Pena Alfattah (FP Facebook)

Post a Comment for "Yuk Instropeksi, Rabai Kekuatan dan Kelemahan Diri!"