Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak Usia Balita

 


Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak Usia Balita
Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak Usia Balita

Sobat Alfattah, tindakan anak sangatlah banyak macamnya, seperti merengek, menangis hingga tantrum. Tindakan semacam itu sangatlah melelahkan bagi sang ibu maupun pengasuh, terkadang menyebabkan jengkel.

Tidak sedikit seorang ibu bahkan pengasuh meneriaki ataupun memukul anak yang sedang mengalami hal itu. Nah, dengan cara meneriaki dan memukul merupakan kesalahan terbesar bagi ibu atau pengasuh. Namun, mengalah juga bukan solusi yang disarankan karena ini hanya akan membuat anak mengulangi tantrum lagi.

Kadang ada pertanyaan, anak tantrum sampai usia berapa? Ini masih menjadi pertanyaan. Hanya saja, ada sebuah literatur mengenai anak yang tantrum di bawah 5 tahun.

Anak yang berusia di bawah 5 tahun masih memiliki keterbatasan kemampuan verbal dan komunikasi. Akibatnya, mereka terkadang mengalami frustasi karena tidak mampu menyampaikan keinginannya, hal itulah yang menjadi penyebab tantrum.

Tantrum adalah sebuah luapan emosi anak dengan cara marah, menangis, hingga mengamuk dan membanting barang. Tantrum pada anak sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun, apabila tantrum sudah melewati batas wajar atau berlebihan bisa jadi tanda bahwa ada masalah perkembangan anak.

Jenis-Jenis Tantrum dan Cara Mengatasinya

Sebelum membahas tentang cara mengatasi tantrum pada anak usia balita, kita kenali dulu jenis-jenis tantrum.

Tantrum terdapat dua jenis, yakni:

1.      Tantrum manipulatif, merupakan tindakan yang dilakukan anak-anak ketika keinginannya tidak terpenuhi dengan baik. Tantrum ini dibuat-buat oleh anak agar keinginannya dipenuhi.

 Namun, tantrum manipulatif tidak trjadi pada semua anak. Kebanyakan terjadi akibat adanya penolakan.

2.      Tantrum frustasi, tantrum yang terjadi akibat anak belum bisa mengekspresikan dirinya dengan baik. Anak berusia 18 bulan mudah mengalami tantrum frustasi akibat merasa kesulitan mengatakan dan mengekspresikan apa yang dirasakan pada orang lain.

Selain itu juga dipengaruhi beberapa faktor, seperti kelelahan, kelaparan atau gagal melakukan sesuatu. Oh iya, pemberian makanan juga pengaruh, bisa tantrum atau tidak. Memberikan makanan yang terlalu mengandung banyak gula, bisa menyebabkan tantrum.

Tidak hanya tantrum, tentunya obesitas ya. Ini ada artikel tentang penyebab obesitas pada anak.

Bagaimana cara mengatasi dua jenis tantrum ini?

Cara mengatasi dua jenis tantrum, Anda bisa baca di bawah ini ya:

  1. 1.      Tantrum manipulatif

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghentikan anak dari kondisi tantrum manipulatif, yaitu dengan menenangkan anak. Ibu bisa membawa anak ke tempat yang lebih tenang, pantau anak dan awasi, bebaskan dia untuk melakukan apa yang dia mau untuk bisa meluapkan emosinya.

Pastikan orang tua mampu menguasai emosi agar bisa tetap tenang saat meghadapi anak tantrum. Jika anak sudah tenang, berikan penjelasan kepada anak dengan kata-kata yang mudah diengerti anak.

Beri penjelasan yang baik bagaimana seharusnya anak bersikap untuk mendapatkan yang dia inginkan. Jika setelah melakukan hal itu, masih mengalami kondisi tantrum manipulative, menurut Kids Health, salah satu cara terbaik mengurangi perilaku ini dengan mengabaikannya.

Ajak anak untuk melakukan kegiatan lain yang menyenangkan. Dengan begitu, sedikit demi sedikit anak akan lupa dengan keinginannya tersebut dan menjadi lebih tenang.

  1. 2.      Tantrum Frustasi

Terdapat beberapa tips untuk mengatasi anak yang sedang mengalami tantrum frustasi, dekati anak dan buatlah anak menjadi tenang. Kemudian bantu anak menyelesaikan apa yang tidak bisa ia lakukan.

Setelah anak tenang dan berhasil melakukan apa yang dia inginkan, berikan alasan kepada anak bahwa perilaku yang dilakukan tidak baik. Ajari anak untuk minta tolong kepada orang tua atau orang lain di sekitarnya yang ia kenal.

Tidak ada salahnya memberikan pujian kepada anak jiak dia berhasil melakukan sesuatu tanpa tantrum. Saat anak meminta pertolongan berikan pertolongan dengan lembut dan kasih sayang.

Ciri-Ciri Anak Tantrum yang Melewati Batas Wajar

Selain dua jenis tantrum yang telah dijelaskan di atas, adapun tantrum yang melewati batas wajar seperti yang telah kita singgung sebelumnya. Terdapat ciri-ciri anak tantrum yang melewati batas wajar, yaitu:

  1. 1.      Mengamuk terlalu lama

Pada anak normal, ia akan mengamuk selama 20-30 detik saja pada satu jam pertama dan periode tantrum selanjutnya. Namun, jika ada masalah pada kesehatan mental anak, ia bisa mengamuk selama 25 menit dan tak berhenti. Begitu juga dengan periode tantrum selanjtnya.

  1. 2.      Terlalu sering

Coba perhatikan dan hitung, berapa kali anak mengalami tantrum dalam satu bulan. Jika ia mengalaminya 10-20 kali, atau lebih dari 5 kali dalam sehari selama beberapa hari berturut-turut, hal itu jelas menunjukkan tantrum yang tidak wajar.

  1. 3.      Melukai diri sendiri

Ciri-ciri tantrum melewati batas wajar juga dapat dilihat pada saat anak tantrum dengan melukai dirinya sendiri, seperti menggigit, membenturkan kepala ke dinding atau memukul kepalanya sendiri. Kemungkinan besar ia mengalami mesalah kesehatan mental tertentu.

  1. 4.      Menyakiti orang lain di sekitar

Anak akan melampiaskan emosinya dengan cara menyakiti orang di sekitarnya seperti memukul, menendang atau mencakar, apalagi orang tersebut mencoba mendekatinya.

  1. 5.      Tidak mampu menenangkan diri sendiri

Episode tantrum yang normal biasanya akan mereda dengan sendirinya, karena perlahan anak akan bisa menenangkan diri sendiri. Terutama jika orang tua menuruti keinginannya. namun, jika anak tidak mampu menenangkan diri, mengamuk berlebihan atau justru menjadikan kebiasaan setiap menginginkan sesuatu, itu tentu tidak wajar.

Jika kebiasaan tantrum anak sudah melewati batas wajar seperti di atas, maka cobalah berbicara pada anak saat sedang tenang, bahwa kebiasaannya itu tidak baik. Teruslah ingatkan anak tentang hal itu hingga paham dan beri ia solusi terbaik.

Misalnya, beritahu anak tarik napas dalam-dalam saat mulai emosi dan utarakan semua keinginannya pelan-pelan pada orang tua. Beritahu bahwa kamu sebagai orang tua akan selalu mengdengarkan perkataannya, jika ia bicara baik-baik. Sebailknya, jika ia malah marah dan mengamuk ketika ingin sesuatu, beritahu anak bahwa cara itu tidak akan berhasil.

Jika hal itu sangat sulit dan tidak berhasil menenangkannya, biasanya kesulitan itu dialami saat menghadapi anak yang mempunyai gangguan mental seperti Autisme. Cobalah untuk menangkapnya kemudian memeluknya perlahan kemudian elus rambutnya dan katakan tidak apa-apa, walaupun anak masih menangis sesenggukan ia sudah lebih tenang karena merasa aman dan hangat.

Apabila dengan cara tersebut masih kesulitan, biarkan saja sampai tenang dengan sendirinya, saat tenang jangan didekati dulu sampai benar-benar tenang karena akan menyebabkan ia mulai tantrum lagi.

 Cara tersebut telah saya terapkan saat saya bekerja di sebuah Taman Penitipan Anak, saat sedang menghadapi anak Autisme yang sedang tantrum seperti ketakutan dengan berlarian kesana kemari sambil menjerit dan hampir semua pengasuhnya yang didekatinya ia gigit.

Penulis:

Nur Alfu Khoiriah, alumni UIN Sunan Ampel Surabaya, jurusan Sejarah Peradaban Islam. Seseorang yang sedang jatuh cinta dengan penelitian dan berkeinginan melampiaskan hasil penelitian itu dengan menulis blog dan pesona Indonesia.

 

Nur Chafshoh Sa'idah
Nur Chafshoh Sa'idah Seorang ibu rumah tanggga kelahiran asal Gresik, domisii Sidoarjo. Saya adalah pekerja freelance writer, bisa juga mengelola website, dan penggemar jalan-jalan. Jika ingin bercengkrama atau kerjasama, bisa tinggalkan komentar atau melalui Pena Alfattah (FP Facebook)

Post a Comment for "Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak Usia Balita"