Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengisahkan Cerita Keluarga Anak Negeri (KAN); Tempatku Bersua Dengan Saudara Literasi


KAN (Keluarga Anak Negeri)

Sobat Alfattah, siapa nih yang tidak suka menulis? Jangan dekat-dekat kalau begitu, haha… bercanda. Aku mau ngenalin nih, ketemuan dulu yuk dengan keluarga KAN. Ini keluargaku yang baru. Dulu, pernah punya tempat bernaung untuk menulis, tetapi saban hari, berhenti, dan melihat grupnya kembali, sepertinya jarang ada yang mampir. Yaudah deh, pindah ke tempat keluarga literasi yang masih aktif.

Baik, perkenalan dulu ya.

Siapa Sih Keluarga KAN itu?

Bermula dari grup literasi Cerpen-Ku yang didirikan oleh Ayah Yan Hendra. Grup ini grup lawas, ia tidak lagi aktif sekitar tahun 2015. Ditutup karena pengelolanya sedang sibuk-sibuknya dan tidak bisa mengontrol grup.

Jika kamu ingin menelisik keluarga KAN versi dulu, tentu seniornya banyak banget. Yang mau aku kabarkan di sini, adalah para admin-admin yang setia mendampingi KAN versi dulu “Cerpen-Ku”

Gus Muhamm (Sobach Nur Muhammad), Mak Mus (musiyem), Bu Sutini (Sutini Tini), Mbak Anne (Anne Mursyid New), Linda (Linda Puspita Sari).

Sebelum grup ini berganti nama, sempat mendapatkan pertambahan admin di antaranya: Bu Yanie Jatmiko, Bu Ida Bayam Ahmad Rojaa, Pak Dudunk sakelan, Shanti Izzaku, Devi Olivia, BU Wahyuning Yusuf

Cerita lucu nih, kalian kalau mau kenalan lihat-lihat dulu ya foto profilnya. Nama-nama akun fb dunia literasi terkadang membuat kita terkecoh. Nama akun biasanya dijadikan nama pena sih, tetapi ada juga yang tidak. Yang pasti nama akun fb bagi anak-anak penulis, biasanya jauh dari nama aslinya. Sehingga kalau ingin mengenal pemilik akun, butuh dulu berinteraksi dengannya dan meninjau lebih detail.

Hal ini kejadian sama diriku guys! Bagiku sebenarnya, sudah sepuh atau masih muda, dipanggil kak tidak masalah. Pasalnya, sukanya panggil kak. Tetapi berbeda dengan tradisi di keluarga KAN. Ada yang dipanggil Bunda, cikgu, bahkan Mak. 

Sudah tradisi di sana, jika ada yang manggil kak, jadi lebih saru (aneh). Apalagi, yang sepuh dan dipanggil bunda, atau Mak merupakan pengurus besar KAN. Jadi aneh banget deh kalau dipanggil kak, maaf ya para admin. Aku salah.

Oh iya, kenalan dengan para pengurus besar belum usai nih. Setelah Cerpen-Ku menyatakan dirinya untuk mengarsipkan karya, pertanda telah resmi Cerpen-Ku ditutup. Arsipan karyanya bisa dilihat di blog, kamu tinggal searching kata Cerpen-Ku, lalu jika melihat nama pendiri Cerpen-Ku “Ayah Yan Hendra” berarti di sana adalah arsipan Cerpen-Ku.

Hasil penelusuran aku, arsip tersebut ada di tahun 2015. Menghitung jari, yang hitungannya adalah tahunan, lama ya. Sudah sekitar 5-6 tahunan Cerpen-Ku sudah pensiun. Namun di tahun 2020, semangat para admin sekaligus member sepertinya mulai hadir satu persatu.

Kerinduan atas kehangatan anggota grup serta admin, sepertinya sudah tidak tertahankan lagi. Hal ini membuat para admin memikirkan ulang tentang grup yang pernah menemui titik akhirnya. Tetapi titik akhir itu, kemudian diberi kelanjutan layaknya cerita bersambung dalam cerbung.

Hanya saja, setelah diskusi dan berniat mengumpulkan anggota Cerpen-Ku, ada kendala yang besar. Yaitu, anggotanya sudah tidak memungkinkan lagi disatukan dalam wadah yang sama “Cerpen-Ku” karena sebagian besar anggota grup telah menemukan jejak keberhasilan masing-masing. Mereka semua pada sukses guys.

Lah, gimana. Masak mengumpulkan anggota yang sudah punya arah dan punya kesibukan yang berjibun. Dipikirkan ulang, admin pun memutuskan mengubah nama yang kini bertransformasi menjadi KAN. Lalu anggotanya adalah para member baru, bahkan menggait para pemula seperti aku.

Untuk admin dan kepengurusan keluarga besar KAN, banyak yang berubah. Tidak sama seperti dahulu saat masih Cerpen-Ku. Admin untuk KAN di antaranya: 

Meskipun aku belum tahu bagaimana suasana saat Cerpen-Ku masih ada, tetapi aku bisa merasakannya. Dari cerita yang bergulir. Sungguh hangat sepertinya. Semoga kehangatan di grup KAN masih sama seperti yang dulu. Karena aku baru incip nih kak. Mau turlap langsung, masih maju mundur cantik.

Semoga bisa istiqomah. Bagi para pengurus, tetap semangat ya.

Mengapa Kamu dan Aku Butuh Keluarga Literasi?

Jika kamu adalah seorang penulis, tentu kegiatan menulis tidak boleh dihentikan. Siapa saja yang melabeli dirinya penulis, tentu harus pintar dalam merangkai kata-kata. Tetapi tidak semudah itu untuk terus pintar ya, bagi seorang penulis, menulis adalah hal yang biasa, tetapi jika tidak dilatih, kemampuannya akan hilang.

Seorang penulis yang sudah pro pun harus tetap mencari media untuk menulis. Baik itu berupa media sosmed seperti lama fb, akun, atau yang lain. Kita masih perlu kritikan atau saran yang membangun guys. Sehingga butuh tempat yang aktif terjadinya timbal balik, misal kita lagi nulis, kalau bisa ada yang membaca dan ada juga yang ngasih penilaian. Hal ini akan membuat tulisan kita tetap terjaga dari kelemahan karakter menulis.

Nah, itu yang sudah pro ya! Lalu yang pemula bagaimana? Sangat membutuhkan media malahan. Masih pemula, tulisannya belum mendapatkan karakter yang sesuai dengan dirinya. Apalagi ilmu menulisnya masih sangat minim. Kalau yang begini mah, harus betah berlama-lama mantengin materi, dan sering-sering praktek. Jangan lupa banyak membaca ya!

Habis itu, kamu harus aktif posting-posting di grup literasi, biar cepat mendapat masukan, dan bisa memperbaiki kesalahan. Belajar dari kesalahan. Tetapi sangat butuh bimbingan dari orang-orang di grup ya, mereka yang berani komentar biasanya para admin dan orang-orang yang sudah punya ilmunya.

Oh hal yang paling penting, kenapa kamu dan aku butuh grup untuk berliterasi? Tentunya kekeluargaan, saling mendukung untuk bisa menulis dengan baik. 

Jika kamu sudah masuk dalam grup literasi, maka totalitaslah di sana. Nanti yang lain, (keluarga grup) tidak akan pelit ilmu. Mereka akan memberikan bekal ilmu yang mereka punya. 

Mengapa Keluarga KAN yang Jadi Pilihan?


Bukannya aku seponsor atau menyodorkan KAN untuk kamu. Tetapi di sini adalah keluarga yang sangat aku segani, ramah, dan tidak sombong, hehe…. 

KAN bagi aku, tidak hanya sekadar teman literasi. Di sana anggotanya bermacam-macam karakter dan usia. Misal nih, ada grup yang isinya banyak beranggotakan para ibu-ibu, tentu nanti ujung-ujungnya jadi rasan-rasan. Tetapi di sini, isinya dari banyak usia. Mulai dari Mak-Mak, Bapak-Bapak, ibu muda, bahkan yang masih belum nikah banyak.

Jadi grup ini kece-kece kan? Nggak hanya itu kok kelebihannya, aku sangat kerasan di sini, beneran deh. Karena anggotanya (terutama admin) aktif dalam memberikan penilaian. Oh iya, kalau kata admin, jangan pernah baper kalau tidak dikomen ya!

Di sana adalah grup literasi, siapapun yang aktif, dan mau berusaha untuk maju bersama KAN, sangat dihargai kok. Tapi jangan baperan dulu, nanti kalau kamu sudah bisa membuat hati para admin menjadi luluh, satu per satu komentar akan didaratkan kok.

Satu lagi, kalau kata Gus Muham (sebagai pemegang grup KAN), biasakan membalas komentar yang diberikan oleh orang-orang grup. Menghargai, pasti dihargai, itu harga mati.

Maaf kak, masih belum bisa seaktif teman-teman. Aku sebagai pemilik blog ini pun mengakui, kalau grup KAN sebenarnya sangat menghargai para anggotanya. Lanjutkan kak, semangat mengaktifkan grup KAN.

Salah satu bukti bahwa grup KAN sangat menghargai para anggotanya, di sana sering mengadakan even yang memberikan hadiah pulsa dan buku. Kalau tidak percaya, masuklah!


Nur Chafshoh Sa'idah
Nur Chafshoh Sa'idah Seorang ibu rumah tanggga kelahiran asal Gresik, domisii Sidoarjo. Saya adalah pekerja freelance writer, bisa juga mengelola website, dan penggemar jalan-jalan. Jika ingin bercengkrama atau kerjasama, bisa tinggalkan komentar atau melalui Pena Alfattah (FP Facebook)

19 komentar untuk "Mengisahkan Cerita Keluarga Anak Negeri (KAN); Tempatku Bersua Dengan Saudara Literasi"

  1. wow, sepakat banget kalau seorang penulis membutuhkan support seperti grup KAN ini.. keren nih yang sudah punya sahabat literasi, aku pun selalu antusias kalau masuk grup yang sepassion dan sehobi, ya meskipun aku lebih senang menjadi silent reader daripada yang balas2 komen, hhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha.. iya kak. Nggak papa. Tapi kalau aku.. posting juga . Nanti biar dapat masukan..

      Hapus
  2. Wahh baru tau ada grup ini. Kemarin baru tau tentang KLIP juga. Mksh ya Mbak informasinya, memang kita butuh banget support dr sebuah komunitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak.. butuh banget. Biar brlajarnya makin oke. Dari segi semangat dan juga bisa belajar bareng.. makasih udah mamir..

      Hapus
  3. Lingkungan cukup mempengaruhi kita. Jadi kalau penulis ngumpul atau berada di lingkungan penyanyi yang tidak suka menulis, maka kita pasti tidak menemukan orang yang sefrekuensi. Bersyukur sekali mbak memiliki KAN

    BalasHapus
  4. Bener juga kak, kalau sudah terjun sebagai penulis alias di bidang literasi maka bagusnya bergabung dengan komunitas yang sejalur seperti KAN ini, agar tetap istiqomah menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak.. selamat berjuang juga kak. Menulis terus.. 😊

      Hapus
  5. Sama nih Kak kek aku, ikut berbagai komunitas menulis, selain dpt ilmu dpt bonus juga, alhamdulillah byk saudara yg menguatkan Di saat Kita sdg writer block, apapun komunitas ya selagi memotivasi Kita utk menulis maka jadilah anggota keluarga yg baik dan cerdas, literasi untuk bangsa Dan agama.

    BalasHapus
  6. Memang untuk menumbuhkan otot-otot menulis kita harus ketemu orang-orang sefrekuensi yang suka nulis dan sevisi ingin menebar manfaat dari menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Tetap semangat menulis dan mencari teman yang sefrekuensi.. 🙂🙂🙂

      Hapus
  7. Alhamdulillah bisa bertemu dengan komunitas yang benar-benar bisa mendukung kesukaan kita ya Mbak. Jadi bisa terus termotivasi dan bikin kita semangat juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak.. semangat kak.. semoga nanti kita bisa jadi sukses..

      Hapus
  8. wah.. penasaran aku dengan keluarga KAN ini! bisa ikut gabung gak ya?

    BalasHapus
  9. https://www.facebook.com/groups/315101656350619/ ini kk

    BalasHapus