Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Muhasabah Diri Saat Momen Maulid Nabi!

 Sadarkan Diri Di Bulan Maulid Nabi! 

Garis-garis di tangan sedang saya lihati lekat. Tidak ada yang lurus, dan juga warnanya tidak kuat, pudar. Itulah mungkin gambaran saya, yang sering terluka karena kurang kuat prinsip. Tapi berhenti dari mengamati garis tangan, pikiran menjadi merambah kemana-mana.

Sebagai seorang yang tidak begitu kuat prinsipnya (mungkin itu salah satu tipe), ada cara untuk mengatasinya. Yaitu dengan mengaktifkan alarm-alarm agar kita bisa diingatkan saat kita kelupaan, termasuk kita siapkan momen untuk muhasabah diri.

Di mana masa muhasabah bisa Anda lakukan saat momen-momen seperti ini, Maulid Nabi Mumammad SAW yang pasti membawa berkah bagi yang percaya. Karena cahaya bisa masuk pada orang yang siap menerimanya.

Semakin sering membuka diri untuk melakukan perenungan, cara ini tidak hanya memberikan kesempatan merubah diri, tetapi juga membuka peluang yang lain, karena kita semakin menjadi diri yang berpotensi. Tidak lagi menjadi orang yang suka berubah halauan. Karena setiap kita hendak berubah halauan (dari prinsip jati diri), kita selalu diluruskan oleh alarm-alarm yang kita pasang.

Yuk kita merenung, dan membuka pikiran kita, kenapa momen ini penting.

Sinar Memasuki Orang yang Mau Menerimanya

Rasa semangat memang sedang lenyap, entah kemana. Tapi yang saya rasakan lebih dari itu, ada masa depan yang sebenarnya cerah untuk saya gapai, tapi hati rasa tidak kuat, putus asa dan sebagainya. Namun sekarang ini momen yang sebenarnya paling baik untuk merenung, tentang barokah maulid Nabi Muhammad SAW.

Ada  berbagai macam cara agar hidup kita menjadi sukses namun tetap tenang, tanpa harus mengejar dengan cepat sesuatu yang menurutnya itu adalah keberhasilan. Ada banyak orang yang mempunyai karakter sama seperti diri saya, suka berpindah-pindah konsentrasi, buru-buru dalam bertindak dan pokoknya punya rencana yang seabrek.

Tapi di momen maulid Nabi Muhammad ini, ternyata hati rasanya dibuka oleh cahaya yang sedang menggema dan menyinari seluruh dunia ini. Siapa sih yang tidak mengetahui, bahwa di dunia ini pernah hidup seorang manusia paling mulia, yang mana ia dikaruniai Allah banyak sekali kebaikan, dan membuat ummatnya menjadi kalangan manusia yang paling beruntung.

Ternyata cahaya itu masuk dan menyinari pada diri manusia yang percaya akan adanya Nabi Muhammad sebagai manusia paling sempurna dan membawa kebaikan, begitupun saya, merasa ada yang menuntun dikala hati sedang gundah-gulanah.

Dalam Islam, sinar itu bisa Anda sebut dengan Hidayah. Hidayah dalam bahasa Indonesia kita sebut sebagai petunjuk dari Allah. Petunjuk itu tidak akan masuk kepada orang-orang yang sombong, juga tidak akan masuk pada orang yang tidak mau membuka dirinya untuk menerima hidayah itu. Artinya, orang tersebut lagi tidak sadar bahwa dirinya penuh kekurangan.



Saya pun merasakan itu, selama ini apa yang saya perbuat, ternyata membuat banyak hal malah menghilang. Penuh ambisi, dan ingin cepat sukses termasuk hal yang tidak baik. Selain karena dilakukan dengan tergesa-gesa, pikiran juga akan tambah kalut dan pusing.

Sehingga banyak hal yang tidak terkejar, dan malah tambah salah langkah. Semua yang dijalani seakan sia-sia saja.

Momen Maulid, Jauhkan Dari Rencana Seabrek Dulu

Berencana memang adalah tugas manusia, dan Allah yang selalu memutuskan. Oleh karena itu, renungan ini sangat cocok untuk Anda.

 Jauh-jauh dari rencana yang telah Anda susun, kita semua juga harus bisa membuka lembaran baru dengan cara merendahkan hati. Buka mata, buka hati, buka telinga. Biarkan semuanya masuk ke dalam jiwa dan raga, apa yang telah salah, perbaiki, apa yang benar lanjutkan.

Bahkan ketika ada yang mengingatkan, meskipun itu semua membekas banget di benakmu, biarkan itu semua mengalir. Adakalanya, orang mengartikan, bahwa itu adalah ujian dari Allah. Tapi bisa jadi itu bukanlah ujian, tetapi teguran.

Saat kita salah mengartikan, semua tidak akan selesai sesuai dengan hasil yang diinginkan. Mangkanya kita butuh untuk bisa membuka diri, misal ini kok ternyata malah dekat dengan kata teguran, berarti kita harus benar-benar menerimanya dengan hati yang ikhlas.

Misal ada rencana yang seabrek yang belum selesai, renungi rencana itu, bisa ditunda dulu, perbaiki yang ada dulu, biar kita bisa menjadi insan yang tidak salah jalan.

Mungkin segini dulu sentuhan hati kali ini, jarang loh saya bikin tulisan kayak gini, apalagi sampai pos di blog. Saya hanya ingin saling mengingatkan, termasuk mengingatkan diri saya sendiri. Yang juga sempat salah jalan, dan belum punya alarm.


Nur Chafshoh Sa'idah
Nur Chafshoh Sa'idah Ibu dengan 2 anak, domisili Sidoarjo Jatim. Lulus KPI UINSA Surabaya tahun 2017, wanita kelahiran Gresik 1994 ini mulai bergelut dengan literasi sejak 2013, menjadi Content Writer sejak 2019, Karya buku di antaranya Manuskrip 70 Tahun Indonesia Merdeka (2016) sebuah antologi puisi, Villain (2021) novel Fantasi garapan duet, Kumpulan Cerita Anak Cerdik (2021) bersama Elfamediatama, Parenting Bala-Bala 1 Minggu 1 Cerita Bukan Resep Pengasuhan Abal-Abal (2021) karya non fiksi bareng para blogger, kunjungi rumah literasinya alfattahparenting.com dan nurchabisnis.com, perempuanberkarya.com, membuka Jasa Penulis Pena Alfattah. IG: @nurchafshoh FB: Pena Alfattah Twitter: @nurchafshoh

Posting Komentar untuk "Muhasabah Diri Saat Momen Maulid Nabi!"

Seedbacklink affiliate